SOLO—Kepala Cabang Surakarta Biro Umrah PT Abu Tours ditangkap pihak kepolisian lantaran menggelapkan uang perusahaan. Beni Herlando (31), warga Kabupaten Pesawaran, Kecamatan Bandar Lampung harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menilap uang perusahaan sebesar Rp 160 juta.
Wakasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Sutoyo mengungkapkan, penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan laporan perusahaan pusat PT Abu Tours and Travel. Awalnya, pihak perusahaan mencurigai adanya ketidakberesan laporan keuangan di kantor biro cabang Surakarta.
“Perusahaan pusat mencurigai karena tidak ada setoran uang jamaah yang akan melakukan Umrah senilai Rp 55 juta serta kecurigaan lain. Setelah dilakukan pengecekan termasuk pada daftar inventaris perusahaan seperti mobil, uang kas perusahaan dan lainnya, diperoleh bukti bahwa pelaku memang melakukan penggelapan uang perusahaan. Selain itu, pelaku juga menggelapkan aset perusahaan. Pelaku ini melakukan aksi penggelapannya selama satu tahun terakhir saat dipercaya menjabat sebagai Kepala Biro Surakarta dengan total kerugian uang dan aset senilai Rp 160 jutaan,” urainya, Kamis (14/9).
Berdasarkan laporan tersebut, aparat kepolisian segera melakukan penangkapan terhadap tersangka. Sementara itu, saat ditanyai tentang tindakannya, tersangka tidak mengelak atas perbuatannya menggelapkan uang perusahaan. Dia menceritakan bahwa uang hasil kejahatannya telah habis digunakan untuk membayar cicilan rumah yang ada di kampung halamannya.
“Uangnya sudah habis untuk bayar hutang cicilan rumah, karena gaji saya tidak cukup. Saya terpaksa melakukan itu (penggelapan-red) untuk menutup utang,” ujarnya.
Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti tindak penggelapan uang perusahaan tersebut, di antaranya surat bukti kredit, tabungan, perjanjian pembiayaan, buku polis asuransi hingga sertifikat asuransi. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.


Sumber/Wartawan/Penulis : Triawati Prihatsari Purwanto