KARANGANYAR—Peta perolehan kursi pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 diprediksi bakal memberikan keuntungan bagi partai politik (parpol) besar untuk meraih suara dominan di daerah. Sebaliknya, parpol kecil yang meraih suara kecil, dipastikan akan semakin tenggelam.
Hal itu disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Muh Yulianto saat diundang memberikan pembekalan dan training motivasi kepada kader Taruna Indonesia Raya (Tidar) Gerindra Karanganyar di Kebakkramat, belum lama ini.
Ia mengatakan, prediksi itu didasarkan karena adanya perubahan perhitungan perolehan kursi yang nantinya akan menggunakan metode sainte lague. Dengan metode itu, nantinya pembagian kursi DPRD terpilih tidak akan lagi menggunakan bilangan pembagi pemilih (BPP) seperti pada Pileg-pileg sebelumnya.
Perhitungan itu akan menguntungkan partai besar karena tidak ada sisa suara. Karena semua perolehan suara akan dikembalikan ke partai. “Tidak ada BPP. Partai besar akan makin dapat banyak kursi, partai kecil yang enggak dapat suara banyak akan bablas,” paparnya.
Menurut Yulianto, dengan perhitungan metode itu, akan banyak partai kecil yang bobrok dan akhirnya tamat karena tak dapat kursi. Sementara, partai besar yang bisa meraih suara dominan akan semakin dapat banyak kursi.
Karenanya kepada para simpatisan parpol, ia hanya mengingatkan sebesar apapun partainya, apabila tidak ada kerja keras untuk mengenalkan ke masyarakat, bukan tidak mungkin suaranya akan turun. Ia mengibaratkan partai besar adalah kendaraan bus VVIP, sedangkan pengurus adalah kondektur atau kernetnya.
“Sebagus apapun bus atau kendaraan VVIP, kalau tidak dijelaskan fasilitas di dalamnya apa, bagaimana kenyamanannya, orang enggak akan tahu,” jelasnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo