Jenis yang patut diwaspadai adalah tembakau Gorilla dan sabu jenis Flakka yang memiliki efek membuat pengguna bisa seperti mayat
hidup atau zombie

SRAGEN—Tim Satres Narkoba Polres Sragen mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peredaran narkoba jenis baru yang semakin marak dan banyak varian. Peringatan itu disampaikan menyusul penangkapan seorang pengedar sabu bernama Parwono alias Jenderal (43), asal Kampung Tlebengan RT 2 RW VII, Sragen Tengah, Sragen, Kamis (14/9).
Tersangka ditangkap melalui sebuah penggerebekan di rumahnya pukul 03.15 WIB dini hari. Saat digerebek, petugas mengamankan barang bukti di antaranya sebuah plastik klip berisi serbuk sabu seberat 0,33 gram, bong atau alat isap, serta pipet dan sebuah korek gas warna ungu.
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasat Narkoba, AKP Joko Satriyo Utomo mengungkapkan, penggerebekan terhadap Jenderal merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat yang resah dan curiga dengan rumah tersangka yang sering digunakan untuk berpesta sabu. “Setelah dipantau dan dilakukan pengintaian, akhirnya pada pukul 03.15 WIB, tim kami melakukan penggerebekan dan menangkap tersangka,” ungkapnya.
Joko menguraikan, sabu yang digunakan oleh tersangka memang bukan termasuk varian baru. Akan tetapi, bersamaan dengan penangkapan Jenderal itu, pihaknya juga mengingatkan maraknya peredaran narkoba jenis baru yang sudah terdeteksi di beberapa daerah.
Jenis yang patut diwaspadai adalah tembakau Gorilla dan sabu jenis Flakka yang memiliki efek membuat pengguna bisa seperti mayat hidup atau zombie. Selain itu, ia juga mengingatkan adanya peredaran sabu yang dimodifikasi dalam bentuk lain seperti permen pengharum mulut.
Meski sejauh ini belum ada indikasi beredar di Sragen, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasinya. Terlebih, selama ini Sragen sudah banyak ditangkap para pengedar narkoba dan menjadi wilayah perbatasan yang sangat rawan disusupi barang-barang tersebut.
“Kalau modusnya peredaran narkoba varian baru itu sebenarnya tidak jauh beda dengan peredaran narkoba jenis sabu dan lainnya. Cuma biasanya pemakainnya agak sedikit beda. Bisa menggunakan jarum suntik seperti putau, ada juga yang dimodifikasi seperti permen pengharum mulut. Kalau Flakka itu seperti serbuk yang bisa dicampurkan ke air. Ini yang sangat berbahaya,” jelasnya.
Sementara, terhadap Jenderal, nantinya akan dijerat pasal 112 ayat 1 subsider 127 ayat 1 UU 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo