SRAGEN—Aksi pencurian besar-besaran menimpa rumah seorang pengusaha pupuk asal Dukuh Seneng RT 9, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sriyanto (43). Pelaku yang diperkirakan sudah memetakan lokasi, membobol rumah juragan pupuk itu dengan menggasak uang tunai serta perhiasan senilai Rp 101 juta.
Pelaku terbilang cukup berani karena menjalankan aksinya pada siang hari. Pelaku yang diperkirakan beraksi sendirian, memanfaatkan kondisi rumah korban yang tengah kosong ditinggal rewang ke rumah tetangganya yang sedang punya hajatan pernikahan.
Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi pencurian diduga berlangsung antara pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, Rabu (13/9). Menurut keterangan warga sekitar, Kamis (14/9), pencurian diketahui sekitar pukul 12.00 WIB saat korban pulang dari rewang.
Setiba di rumah, korban kaget mendapati pintu rumah sudah tidak terkunci. Ia makin panik karena kondisi di dalam sudah berantakan. Saat diperiksa ke lemari dan kamarnya, uang tunai senilai Rp 41 juta yang disimpan sudah amblas. Kemudian perhiasan milik istrinya seberat total 60 gram yang disimpan di lemari, juga raib.
Mendapati hal itu, korban langsung melapor ke Polsek Miri yang tak lama berselang ditindaklanjuti dengan olah TKP. Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur Ihsanudin mengungkapkan, pelaku diduga masuk dengan cara menjebol jendela dan teralis di rumah bagian belakang.
Setelah itu, pelaku mengacak-acak isi rumah untuk mendapatkan perhiasan dan uang tunai senilai Rp 101 juta. Melihat aksinya, pelaku diperkirakan sudah mengetahui peta lokasi rumah korban dan sengaja memanfaatkan kondisi rumah yang ditinggal ke hajatan.
“Jarak rumah korban ke rumah yang punya hajatan sebenarnya hanya selang dua rumah. Pelaku masuk dengan menjebol teralis dan jendela belakang, baru kemudian mengobrak-abrik isi rumah. Semuanya hancur berantakan. Yang diambil uang tunai dan emas Rp 101 juta,” ungkapnya.
Kapolsek menegaskan, saat ini tim Polsek tengah mengintensifkan pengusutan dan penyelidikan untuk melacak serta mengungkap pelaku. Sementara, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan pengamanan lingkungan dan rumah ketika hendak ditinggal pergi. Selain pengamanan lewat siskamling, peningkatan keamanan rumah dengan mengunci gembok atau menitipkan ke tetangga terdekat sangat diperlukan untuk mencegah aksi pencurian.


Sumber/Wartawan/Penulis : Wardoyo