Jika Anda merupakan penggemar film, mungkin nama Belitong atau yang lebih akrab dikenal sebagai Belitung sudah akrab di benak. Belitung menjadi kawasan yang sangat disorot oleh sang penulis cerita, Adrea Hirata dan pembuat film Laskar Pelangi, Mira Lesmana, dan Riri Riza, terutama keindahan alamnya.
Salah satu kawasan di Belitung juga telah menjadi bagian dari 10 destinasi prioritas di Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Tanjung Kelayang. Tidak heran jika Belitung sebagai kawasan bahari, serta tambang timah yang melimpah kini memiliki wajah baru yang lebih modern.
Sejak mendapat sorotan dan menjadi destinasi prioritas, Belitung membuka diri untuk wisatawan dari mancanegara, melalui dibukanya penerbangan langsung internasional ke Belitung. Pada Minggu (10/9), 188 orang investor dari MBCC atau Malindo Business & Culture Center menggunakan Sriwijaya Air terbang langsung ke Belitung untuk membuka peluang investasi.
“Satu hal yang pasti terlihat dan terasa setelah film Laskar Pelangi itu ya antusias masyarakat untuk datang dan mengolah pariwisata yang ada di sini. Maka, dengan dibukanya penerbangan langsung ke Belitung ini diharapkan ya lebih banyak lagi orang yang datang dan bisa menikmati Belitung,” ungkap Santy dari Asita atau Perhimpunan Travel Agent DPD Kepulauan Bangka Belitung.
Santy juga mengakui bahwa akses di daerah Belitung saat ini jauh lebih mudah sejak banyaknya masyarakat Indonesia yang berdatangan. Mulai dari jalan raya, kendaraan bermotor, sampai fasilitas hotel dan penginapan.
Bupati Provinsi Belitung, Sahani Saleh mengakui bahwa dirinya sangat bersyukur dengan adanya penerbangan internasional langsung ke Belitung, serta hadirnya para calon investor asing ke Bumi Laskar Pelangi tersebut.
“Selama ini masyarakat hidup paling besar dari tambang, setelah film Laskar Pelangi, mindset masyarakat berubah, ada sesuatu yang lebih besar dan menjanjikan daripada tambang, yaitu pariwisata, “ kata dia dikutip Liputan6.

Sumber/Wartawan/Penulis : Cisilia Perwita S