KARANGASEM—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengutuk keras pembantaian muslim di Myanmar. Terkait hal itu, simpatisan PKS akan melakukan aksi long march Jumat (22/9) mendatang.
Ketua DPD PKS Surakarta, Abdul Ghofar Ismail mengutarakan, aksi long march peduli Rohingya sebenarnya akan digelar Jumat (15/9). Namun karena ada kegiatan Presiden RI di Kota Solo, maka aksi terpaksa diundur.
“Meski kecewa, namun kami dapat mengambil hikmahnya, karena waktu pengumpulan dana untuk Rohingya semakin panjang. Target kami mendapatkan Rp 50 juta dalam aksi kali ini, dan sampai sekarang telah memperoleh Rp 45 jutaan,” urainya, Jumat (15/9).
Terkait konflik yang terjadi di Myanmar, Ghofar mengungkapkan kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi dengan alasan apapun. “Tragedi Rohingya sangat memprihatinkan. Apapun alasannya sangat disayangkan hal itu terjadi,” paparnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPP PKS, Abdul Kharis Almasyhari. Dikatakan Kharis, apa yang terjadi di Myanmar merupakan tindak kejahatan kemanusiaan yang disinyalir PBB telah terjadi pelanggaran HAM. Wakil Ketua DPR RI ini menekankan kepada seluruh kepala daerah yang berada di daerah pantai agar menerima pengungsi Rohingya.
“Kadang pemerintah daerah kurang tanggap dan kurang informasi. Bahwa jika terjadi pengungsian dari negara lain, maka harus diterima. Kemudian laporkan kepada PBB melalui UNHCR. Ini yang kadang belum diketahui, maka saya mengimbau kepada seluruh kepala daerah di kawasan pantai yang menemukan pengungsi Rohingya mohon ditampung dam disantuni,” ujarnya.

Sumber/Wartawan/Penulis : Triawati Prihatsari Purwanto