JEBRES—Program relokasi bantaran Bengawan Solo yang terletak di kawasan Kelurahan Pucangsawit dipastikan rampung November tahun ini. Sebanyak 12 KK tersisa menyatakan telah siap pindah dari kawasan rawan banjir tersebut.
Warga RT 03 RW 12 Pucangsawit mengaku telah membentuk kelompok kerja untuk mencari bakal lokasi baru bagi 12 KK di wilayah tersebut. Salah seorang warga, Agus Susilo mengatakan warga mendapatkan ganti untung dari Pemkot Surakarta sebesar Rp 22,3 juta.
Kendati besaran dana ganti untung dipastikan tidak akan cukup untuk membeli rumah di wilayah Solo, tetapi warga hanya bisa pasrah. “Pada tahun 2008 dan 2012 dengan uang 22 juta masih mampu untuk membeli rumah di wilayah Solo. Tetapi tahun 2017 uang 22 juta tidak dapat membeli rumah atau tanah di daerah Kota Solo. Dulu kita pernah bertanya apakah tidak ditambahi? Atau kalau uangnya segitu kita tidak ambil, tetapi mohon kita difasilitasi pencarian lahan sampai membangun, akan tetapi dari pihak pemkot angkat tangan,” ujarnya.
Ia mengatakan dengan keterbatasan dana yang ada, warga secara kolektif telah mencari lokasi di wilayah Karanganyar. “Untuk kepindahannya ditargetkan akhir November sudah mengosongkan lahan bantaran sungai,” pungkasnya kepada Joglosemar.
Lurah Pucangsawit, Selfi Rawung mengatakan program relokasi di wilayahnya telah disosialisasikan sejak Desember 2016 lalu. Beberapa sosialisasi juga sudah dilakukan di tahun 2017. Warga telah bersepakat untuk pindah dari kawasan bantaran sungai paling lambat November tahun ini.
“Untuk warga yang menempati tanah pemerintah sudah clear (selesai). Kecuali pabrik yang mempunyai sertifikat separuhnya hak milik, jadi yang akan mengganti itu Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. ada dua yaitu pabrik es dan PT Sandi Ormas.

Sumber/Wartawan/Penulis : Taufieq Renaldi