YANGON – Timnas Indonesia gagal melaju ke final ajang Piala AFF U-18. Pelatih Garuda Muda, Indra Sjafri, menyebut kekalahan atas Thailand membuat tim asuhannya kecewa. Indonesia kembali bertemu Myanmar untuk perebutan tempat ketiga.
Saat menjalani pertandingan di stadion Thuwuna, Yangon, Myanmar, Jumat (15/9) sore WIB, Indonesia kalah 2-3 saat tos-tosan melawan Thailand. Cuma ada dua eksekutor Indonesia yang sukses menceploskan bola ke dalam gawang.
Egy Maulana Vikri dan Muhamad Lutfi merupakan dua penendang Indonesia yang berhasil. Sedangkan Mohammad Iqbal, Nurhidayat, Rifad Marasabessy gagal menceploskan bola ke dalam gawang.
Sebelum tos-tosan, Indonesia melewatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol. Di babak pertama ada lima kans mencetak gol, ditambah lagi beberapa kali di babak kedua.
“Pemain sedih karena harusnya pertandingan ini milik kita. Saya berterima kasih atas perjuangan pemain, kami dari babak kedua mulai bermain 10 orang. Babak kedua kami banyak peluang tapi gagal tercipta gol, penalti pun sudah kami siapkan sejak TC di Jogja dan Karawaci. Minta maaf dan terimakasih banyak dukungan masyarakat Indonesia,” kata Indra Sjafri.
Indra Sjafri juga berbicara mengenai pemilihan penendang penalti. Ia mengakui skenario yang sudah disusunnya tak berjalan. Salah satu pemain yang sudah disiapkan menjadi eksekutor penalti, Feby Eka Putra, cedera dan ditarik keluar lapangan pada akhir babak pertama.
“Babak kedua kami banyak peluang tapi gagal tercipta gol, penalti pun sudah kami siapkan sejak TC di Yogya dan Karawaci. Feby Eka saya ganti karena cedera dan kram. Penendang pilihan kita ada lima awalnya, tapi satu cedera maka kami ganti,” ucap dia usai laga.
Indra Sjafri mengomentari kartu merah Saddil Ramdani saat disingkirkan Thailand dari semifinal Piala AFF U-18. Kartu merah lahir setelah Saddil, yang semenit sebelumnya baru masuk menggantikan Feby Eka Putra, menyikut tubuh pemain lawan setelah diterjang dari belakang.
“Kartu merah Saddil, insiden tersebut di depan saya. Saddil langsung merespons. Saya menyayangkan wasit langsung beri kartu merah dia,” ucap Indra Sjafri.
Tampil minus satu pemain, Indonesia tetap mampu memberikan sejumlah ancaman ke gawang Thailand. Tapi pada akhirnya kedua kubu tak mampu mencetak gol dan laga harus dituntaskan lewat adu penalti. Indonesia ditundukkan Thailand lewat adu tos-tosan. “Besok kami recovery dan pemain harus istirahat cukup” lanjut Indra Sjafri.
Dengan kegagalan itu, Timnas gagal mengulang sukses di Piala AFF U-18 empat tahun lalu. Waktu itu, Evan Dimas dkk. menjadi juara. Indonesia bakal bertarung memperebutkan tempat tiga. Lawannya adalah Myanmar. Laga digelar Minggu (17/9) pukul 15.30 WIB.
Malaysia dan Myanmar menjalani pertarungan sengit sejak menit pertama pada Jumat (15/9) pukul 18.30 WIB. Tapi, kedua tim tak mampu memaksimalkan peluang yang didapat hingga waktu normal berakhir dengan skor kacamata. Pada babak tos-tosan, Malaysia menang dengan skor 5-4. Final akan mempertemukan Thailand dan Malaysia, Minggu (17/9) pukul 18.30 WIB.

Sumber/Wartawan/Penulis : Detik